Jumat, 30 September 2011

Bersyukurlah Dan Berbahagialah

Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yg menarik. Seorang Pak Guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas. Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan. ” Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di sini. Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuat kalian bahagia ? Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini ?”

Murid-murid tampak saling pandang.Terdengar suara lagi dari Pak Guru,
” Ya, ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidup kalian …”
Lagi-lagi semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan Pak Guru itu menunjuk pada seorang murid.
” Nah, kamu yang berkacamata, adakah hal besar yang kamu temui ? Berbagilah dengan teman-temanmu …”

Sesaat, terlontar sebuah cerita dari si murid,” Seminggu yang lalu, adalah saat-saat yang sangat besar buat saya. Orang tua saya, baru saja membelikan sebuah motor, persis seperti yang saya impikan selama ini.”
Matanya berbinar, tangannya tampak seperti sedang menunggang sesuatu. ” Motor sport dengan lampu yang berkilat, pasti tak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan itu !”

Pak Guru tersenyum. Tangannya menunjuk beberapa murid lainnya. Maka, terdengarlah beragam cerita dari murid-murid yang hadir. Ada anak yang baru saja mendapatkan sebuah mobil. Ada pula yang baru dapat melewatkan liburan di luar negeri. Sementara, ada murid yang bercerita tentang keberhasilannya mendaki gunung. Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang mereka temui dan mereka dapatkan. Hampir semua telah bicara,hingga terdengar suara dari arah belakang.

” Pak Guru … Pak, saya belum bercerita.”
Rupanya, ada seorang anak di pojok kanan yang luput dipanggil. Matanya berbinar. Mata yang sama seperti saat anak-anak lainnya bercerita tentang kisah besar yang mereka punya.
Maaf, silahkan, ayo berbagi dengan kami semua,” ujar Pak Guru kepada murid berambut lurus itu.
” Apa hal terbesar yang kamu dapatkan ?” ujar Pak Guru mengulang pertanyaannya kembali.
” Keberhasilan terbesar buat saya, dan juga buat keluarga saya adalah … saat nama keluarga kami tercantum dalam Buku Telepon yang baru terbit 3 hari yang lalu.”

Sesaat senyap. Tak sedetik, terdengar tawa-tawa kecil yang memenuhi ruangan kelas itu. Ada yang tersenyum simpul, terkikik-kikik, bahkan tertawa terbahak mendengar cerita itu.
Dari sudut kelas, ada yang berkomentar,

” Ha ? Saya sudah sejak lahir menemukan nama keluarga saya di Buku Telepon. Buku Telepon ? Betapa menyedihkan … hahaha …”
Dari sudut lain, ada pula yang menimpali, ” Apa tak ada hal besar lain yang kamu dapat selain hal yang lumrah semacam itu ?”
Lagi-lagi terdengar derai-derai tawa kecil yang masih memenuhi ruangan. Pak Guru berusaha menengahi situasi ini, sambil mengangkat tangan.

” Tenang sebentar anak-anak, kita belum mendengar cerita selanjutnya. Silahkan teruskan, Nak …”
Anak berambut lurus itu pun kembali angkat bicara.
” Ya, memang itulah kebahagiaan terbesar yang pernah saya dapatkan. Dulu, Papa saya bukanlah orang baik-baik. Karenanya, kami sering berpindah-pindah rumah. Kami tak pernah menetap, karena selalu merasa di kejar polisi.”

Matanya tampak menerawang. Ada bias pantulan cermin dari kedua bola mata anak itu, dan ia melanjutkan.
” Tapi, kini Papa telah berubah. Dia telah mau menjadi Papa yang baik buat keluarga saya. Sayang, semua itu butuh waktu dan usaha. Tak pernah ada Bank dan Yayasan yang mau memberikan pinjaman modal buat bekerja. Hingga setahun lalu, ada seseorang yang rela meminjamkan modal buat Papa saya. Dan kini, Papa berhasil. Bukan hanya itu, Papa juga membeli sebuah rumah kecil buat kami. Dan kami tak perlu berpindah-pindah lagi.”

” Tahukah kalian, apa artinya kalau nama keluarga saya ada di Buku Telepon ? Itu artinya, saya tak perlu lagi merasa takut setiap malam dibangunkan Papa untuk terus berlari. Itu artinya, saya tak perlu lagi kehilangan teman-teman yang saya sayangi. Itu juga berarti, saya tak harus tidur di dalam mobil setiap malam yang dingin. Dan itu artinya, saya, dan juga keluarga saya, adalah sama derajatnya dengan keluarga-keluarga lainnya.”

Matanya kembali menerawang. Ada bulir bening yang mengalir. ” Itu artinya, akan ada harapan-harapan baru yang saya dapatkan nanti …”

Kelas terdiam. Pak Guru tersenyum haru. Murid-murid tertunduk. Mereka baru saja menyaksikan sebuah fragmen tentang kehidupan. Mereka juga baru saja mendapatkan hikmah tentang pencapaian besar, dan kebahagiaan. Mereka juga belajar satu hal :

” Bersyukurlah dan berbahagialah setiap kali kita mendengar keberhasilan orang lain.Sekecil apapun …Sebesar apapun …”

{ Dapatkan DVD terapi gelombang otak Penyembuhan & Kesehatan untuk Membantu dan mempercepat penyembuhan, menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan fungsi kekebalan , klik link di bawah ini........}
Sumber : www.gelombangotak.com/mempercepat_penyembuhan_penyakit.htm

Pelita dan Orang Buta

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.
Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”

Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.”
Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta.
Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!”
Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta.
Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!”
Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!”
Si buta tertegun..
Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.”

Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.”
Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta ini.
Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam?”
Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.”
Senyap sejenak.

secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?”
Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.,” sembari meledak dalam tawa.
Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta.
Timbul pikiran dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka.”
Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).

Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.

Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat.
Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.

Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.

Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.
Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.

Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.
Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang membuahkan penciuman. Fikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah kebijaksanaan.

{ Dapatkan CD terapi gelombang otak Aura Booster untuk Membuka dan Memperkuat Aura , klik link di bawah ini............}
Sumber : www.gelombangotak.com/membuka_aura.htm

Sang Juara

Suatu ketika ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil mainan. Suasana sungguh meriah saat itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil yang mereka miliki. Semuanya buatan sendiri, karena memang demikianlah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Adi. Mobilnya tidak istimewa. Namun ia termasuk kedalam 4 anak yang masuk final. Dibanding dengan semua lawannya, mobil Adi-lah yang paling tidak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk bersaing berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang mobil itu tidak menarik. Dengan kayu yang sederhana, dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki lawan-lawannya. Namun, Adi bangga dengan semua itu, sebab mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan lomba balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mainan mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan telah siap 4 mobil dengan 4 “pembalap” kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.

Namun sesaat kemudian, Adi meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdo’a. Matanya terpenjam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan do’a. Lalu semenit kemudian ia berkata, “Ya, aku siap!”.
Dor! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itupun meluncur dengan cepat. Setiap orang yang menonton bersorak-sorai, bersemangat menjagokan mobil pilihannya masing-masing.

“Ayo, ayo…cepat…cepat , maju…maju…”, begitu teriak mereka.
Ahha…sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Adi-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Adi. Ia berucap dan berkomat-kamit lagi dalam hati. “Terima kasih”.
Saat pembagian piala tiba, Adi maju kedepan dengan bangganya. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya, “Hai jagoan, kamu tadi pasti berdo’a pada Tuhan agar kamu menang, bukan?”. Adi terdiam, “Bukan Pak, bukan itu yang aku panjatkan”, sahut Adi.

Ia lalu melanjutkan, “Sepertinya tidak adil meminta kepada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. Aku hanya bermohon kepada Tuhan, supaya aku tidak menangis jika aku kalah.”
Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

Anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Adi, tidaklah bermohon kepada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Adi, tidak memohon untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tidak meminta Tuhan untuk mengabulkan semua harapannya. Ia tidak berdoa untuk menang dan menyakiti yang lainnya. Tetapi, Adi bermohon kepada Tuhan agar diberikan kekuatan untuk menghadapi itu semua. Ia berdoa agar diberikan kemuliaan dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

Mungkin telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdo’a kepada Tuhan agar mengabulkan semua permintaan kita. Terlalu sering kita meminta kepada Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdo’a kepada Tuhan untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada didepan mata. Padahal yang kita benar-benar butuhkan adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya?

Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tidak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat bukan untuk membuat kita menjadi lemah. Sesungguhnya Tuhan SELALU memberikan ujian bagi hamba-Nya yang shaleh.

{ Dapatkan CD terapi gelombang otak Meditasi Alpha Theta untuk Membebaskan otak Anda untuk mencapai kondisi relaksasi dan meditasi, klik link di bawah ini...........}
Sumber : www.gelombangotak.com/meditasi_alpha_theta.htm

Kamis, 29 September 2011

8 Pertanda Bahwa Si Dia Adalah Jodoh Anda

Dua manusia yang merasa saling berjodoh pasti memiliki ikatan emosional, spiritual dan fisik antara keduanya. Hanya dengan menatap matanya, kita akan merasakan getaran dan seolah ingin terus bersamanya. Benarkah seperti itu? Lalu, apakah ada penanda lainnya agar seseorang bisa merasakan bahwa si dia jodoh kita atau bukan? Nah, agar Anda tak terus penasaran, berikut ini pakar relationship sekaligus penulis buku 21 Ways to Attract Your Soul Mate, Arian Sarris memberikan rahasianya:

Pertanda 1
Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu, entah itu pekerjaan sepele atau besar. Paling penting adalah Anda berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain. Nah, apakah Anda sudah merasakan hal tersebut? Jika ya, selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda!

Pertanda 2
Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat? Jika tidak, (maaf) kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.

Pertanda 3
Adanya kontak bathin membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta perasaanya satu sama lainnya pada situasi tertentu. Selamat! Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan…

Pertanda 4
Bersamanya bisa membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tak membuat Anda merasa bosan.. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa saling terikat.

Pertanda 5
Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun. Dan dia selalu bisa memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang, ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah? Dia selalu paham saat PMS Anda datang menyerang? Dia tau keadaan waktu anda sakit………Jika ya, tak salah lagi. Dialah orangnya…

Pertanda 6
Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga Anda, dia tak peduli dengan masa lalu Anda saat bersama kekasih terdahulu. Dia juga tak malu-malu menceritakan masa lalunya.. Nah, kalau begitu ini bisa berarti dia sudah siap menerima Anda apa adanya..

Pertanda 7
Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan Anda tak malu-malu memperlihatkannya pada si dia. Bahkan pada saat Anda tampil ‘buruk’ di depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.

Pertanda 8
Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada ditangan sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah Anda temukan!

{ Dapatkan CD terapi gelombang otak Lucid Dreaming untuk Mencapai tingkatan tertinggi dalam meditasi, kesadaran, kejernihan dan kebijakan,Membuat perjalanan mimpi Anda lebih nyata dan terorganisir klik link di bawah ini........}
Sumber : www.gelombangotak.com/lucid_dream_raga_sukma.htm

Belajar dari keledai

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup – karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.
Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.


Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !


Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari ’sumur’ (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari ’sumur’ dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari ’sumur’ yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !
Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !!!
Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :

  1. Bebaskan dirimu dari kebencian
  2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
  3. Hiduplah sederhana
  4. Berilah lebih banyak
  5. Berharaplah lebih sedikit
  6. Tersenyumlah
Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan, maka aku meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama.

GUNCANGKANLAH !!!!
“Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !”

{ Dapatkan CD terapi gelombang otak Brain Booster untuk Kecerdasan, Konsentrasi, Daya Ingat dan Kreativitas  klik link di bawah ini........}
Sumber : www.gelombangotak.com/kecerdasan_daya_ingat.htm

Sabtu, 24 September 2011

Gabriella Dan Trofi

Lampu menjadi redup sewaktu volume musik ditingkatkan. Tiga puluh orang anak dengan berbagai bentuk, tinggi badan dan umur sedang menyajikan pertunjukan sendra tari di ruang olahraga sekolah/auditorium. Semua orang tua, kakek-nenek, bibi dan paman di sana. Ratusan di antara mereka mengisi tempat duduk. Ini adalah penampilan pertama cucu perempuan muda saya, Gabriella, di muka umum.

Gabriella berumur dua tahun. Dia muncul di pertunjukan sebagai seekor kelinci berwarna merah jambu dalam cerita “Keripik Binatang di Sop Saya.” Dia melakukan bagiannya dengan mengagumkan, sungguhpun telinga kelincinya sudah melorot ke wajahnya selama gerakan atletik yang dilakukannya dan melingkar di lehernya pada seutas karet elastik. Sesudah beberapa kali mencoba memasang kembali telinganya, dia membiarkannya menggantung seperti sebuah anting. Gerakannya ditutup oleh sebuah koor dari barisan anggota dunia hewan.


Dua jam lewat, dan pertunjukan ditutup. Tiga puluh orang anak dan remaja dijejerkan di panggung, yang berumur dua dan tiga tahun di muka dan yang enam belas tahun di belakang, dengan umur lain mengisi tempat di antaranya – untuk penilaian akhir dan pemberian trofi.

Kelinci merah jambu dengan telinga dipegang di tangan kiri melangkah keluar dari barisan, menyeberang ke panggung depan dan dengan diam-diam berdiri di depan meja presenter yang terdapat trofi-trofi. Tangan kanannya terulur ke atas ke arah trofi, tetapi masih tidak sampai sekitar dua inchi dari dasar meja tofi. Namun presenter nampak benar-benar tak sadar akan adanya kelinci merah jambu yang diam-diam berada tepat di bawah tatapannya.

Sewaktu dia membaca nama yang terdapat di trofi, seorang wanita muda menyeruak dari kelompoknya dan mengambil trofi melewati kepala kelinci merah jambu yang masih berdiri dengan tangan diulurkan, menunggu untuk menerima trofi pada giliran berikutnya.

Di sini dimulailah kejadian yang paling menakjubkan dari sebuah kelompok tari dinamis yang pernah saya saksikan, yang dilakukan oleh anak berumur dua tahun yang dalam diamnya – yang menyatukan ratusan orang di tempat itu selama sekitar sepuluh menit.

Getaran jiwa memacu tarikan nafas kelinci merah jambu saat masing-masing trofi melewati tangannya yang terulur. Dengan kesabaran yang teguh dan kepastian, dia menunggu.
Sepuluh nama dibacakan dan sepuluh trofi sudah dibagikan. Sungguhpun begitu dia tetap menunggu dengan tangan bertahan terulur tinggi.

Di sekitar bilangan trofi ke dua puluh, perjuangan seekor kelinci merah jambu mulai terbaca dari bahasa tubuhnya oleh hadirin yang sangat bersimpati. Mata kelinci melorot ke telinga karena tangannya dipakai untuk menahan tangan yang lainnya dan suatu saat wajahnya tertunduk.
Dalam diam saya berkata dalam hati… “Tidak, tidak, Tidak ada yang perlu dilakukan terhadap telingamu yang lepas. Kamu tidak gagal. Kamu pasti dapat trofi. Bertahanlah!”

Pengumuman presenter dilanjutkan, dan ekspresi wajah kelinci berubah menjadi jengkel. Kedua tangannya menutup bibirnya, bibir bawahnya mencibir, wajah kecilnya miring ke atas sampai sudut yang paling ekstrim, tetapi tetap tak ada trofi.
‘Seekor’ kera berumur dua tahun dari kelompok tarian yang sama bergabung dengan kelinci di panggung sebelah kanan dan berbicara dengan berbisik. Mata kelinci dan kera memandang dari kotak trofi itu kepada presenter… berbisiknya menjadi lebih seru. Hadirin menambahkan kata di pikiran mereka terhadap pemandangan yang ada di panggung.

Si kera berbisik keras, “Kamu bisa menjatuhkan dia (presenter) pada kakinya, dan aku bisa mengambil dua trofi, melompat ke depan panggung dan lari ke luar dari pintu belakang.”
Sekarang, hadirin tertawa terbahak-bahak, beberapa mengentak lantai seolah-olah untuk memaksakan gelak tawa lebih cepat. Beberapa orang memegang perut untuk mencegah gelak tawa menyembur keluar dan mengusap air mata yang mengalir di pipi.

Sesudah mempertimbangkan rencana itu, kelinci merah jambu menggeleng-gelengkan kepala, “bukan” – dan rencana dibuang. Kera mundur kembali ke barisannya dan hadirin kembali tenang di tempat duduk mereka.
Dengan alasan yang tidak jelas, presenter terus mengabaikan kelinci merah jambu yang ada di depannya.
Dua puluh tiga trofi sudah dibagikan dan masih belum ada trofi untuk Gabriella.
Kelinci memperlihatkan tanda putus asa; matanya sayu, bibir bawahnya bergetar.

Lagi, ada gelombang dorongan diam dari hadirin yang melewati panggung, dan beberapa berbisik… “Jangan menyerah”… dan “giliranmu pasti datang.”
Kelinci membuat keputusan.
Dia masih berdiri di depan lutut presenter. Mukanya menengadah dengan pengharapan dan secara perlahan tangannya terulur ke atas seperti yang telah dilakukannya dari menit pertama sampai ke dua puluh. Suara-suara hadirin gemuruh terdengar, seperti sebuah dengungan raksasa.
Akhirnya … trofi kedua puluh sembilan adalah untuk Gabriella.

Saat diberikan ke tangan kelinci merah jambu, seluruh hadirin berdiri dan bersorak dengan suara yang sangat keras, sangat lama – sebuah sambutan yang paling emosional di malam itu. Sambutan untuk anak yang berumur dua tahun dengan baju kelinci yang memberikan pelajaran tentang kepercayaan, kebulatan tekad dan kesabaran.

{ Dapatkan Buku Rahasia Dahsyat  Terapi Gelombang Otak , klik link di bawah ini............}
Sumber : www.gelombangotak.com/Buku_RASAIA_DAHSYAT_TERAPI_OTAK.htm

Ombak Besar dan Ombak Kecil

Alkisah, di tengah samudra yang maha luas, tampaklah ombak besar sedang bergulung-gulung dengan suaranya yang menggelegar, tampak bersuka ria menikmati kedasyatan kekuatannya, seakan-akan menyatakan keberadaan dirinya yang besar dan gagah perkasa.

Sementara itu, jauh di belakang gelombang ombak besar, tampak sang ombak kecil bersusah payah mengikuti. Ia terlihat lemah, tertatih-tatih, tak berdaya, dan jauh tersisih di belakang. Akhirnya, ombak kecil hanya bisa menyerah dan mengekor ke mana pun ombak besar pergi.

Tetapi, di benaknya selalu muncul pertanyaan, mengapa dirinya begitu lebih lemah dan tak berdaya?
Suatu kali, ombak kecil bermaksud mengadu kepada ombak besar. Sambil tertatih-tatih ombak kecil berteriak: “Hai ombak besar. Tunggu !”

Sayup-sayup suara ombak kecil didengar juga oleh ombak besar. Lalu sang ombak besar sedikit memperlambat gerakannya dan berputar-putar mendekati arah datangnya suara.
“Ada apa sahabat?” jawab ombak besar dengan suara menggelegar hebat.

“Hei… pelankan suaramu. Dengarlah, mengapa kau bisa begitu besar? Begitu kuat, gagah dan perkasa? Sementara diriku. Ah… begitu kecil, lemah dan tak berdaya. Apa sesungguhnya yang membuat kita begitu berbeda?”

Ombak besar pun menjawab, “Sahabatku, kamu menganggap dirimu sendiri kecil dan tidak berdaya, sementara kamu menganggap aku begitu hebat dan luar biasa. Anggapanmu itu muncul karena kamu belum sadar dan belum mengerti jati dirimu yang sebenarnya, hakikat dirimu sendiri”.

“Jati diri? Hakikat diri? Kalau jati diriku bukan ombak kecil, lalu aku ini apa?” tanya ombak kecil. “Tolong jelaskan, aku semakin bingung dan tidak mengerti.”
Ombak besar meneruskan, “Memang di antara kita terasa berbeda, tapi sebenarnya jati diri kita adalah sama, kamu bukan ombak kecil, aku pun juga bukan ombak besar. Ombak besar dan ombak kecil adalah sifat kita yang sementara.

Jati diri kita yang sejati sama, kita adalah air. Bila kamu menyadari bahwa kita sama-sama air, maka kamu tidak akan menderita lagi. Kamu adalah air yang setiap waktu kamu bisa menikmati menjadi ombak besar seperti aku, kuat gagah dan perkasa.”

*Mendengar kata-kata bijak sang ombak besar, mendadak timbul kesadaran dalam diri ombak kecil. “Ya, benar… aku bukan ombak kecil. Jati diriku adalah air, tidak perlu aku berkecil hati dan menderita.”
Dan sejak saat itu, si ombak kecil pun menyadari dan menemukan potensi dirinya yang maha dasyat.
Dengan ketekunan dan keuletannya, ia berhasil menemukan cara-cara untuk menjadikan dirinya semakin besar, kuat, dan perkasa, sebagaimana sahabatnya yang dulu dianggapnya besar.

Akhirnya, mereka hidup bersama dalam keharmonisan alam. Ada kalanya yang satu lebih besar dan yang lain kecil. Kadang yang satu lebih kuat dan yang lain lemah. Begitulah, mereka menikmati siklus kehidupan dengan penuh hikmat dan kesadaran.
Sebagai manusia, sering kali kita terjebak dalam kebimbangan akibat situasi sulit yang kita hadapi, yang sesungguhnya itu hanyalah pernak-pernik atau tahapan dalam perjalanan kehidupan.
Sering kali kita memvonis keadaan itu sebagai suratan takdir, lalu muncullah mitos-mitos: *aku tidak beruntung, nasibku jelek, aku orang gagal, dan lebih parah lagi menganggap kondisi tersebut sebagai bentuk “ketidakadilan” Tuhan*.

Dengan memahami bahwa jati diri kita adalah sama-sama manusia, tidak ada alasan untuk merasa kecil dan kerdil dibandingkan dengan orang lain. Karena sesungguhnya kesuksesan, kesejahteraan dan kebahagiaan bukan monopoli orang-orang tertentu, jika orang lain bisa sukses, kita pun juga bisa sukses!
Kesadaran tentang jati diri bila telah mampu kita temukan, maka di dalam diri kita akan timbul daya dorong dan semangat hidup yang penuh gairah sedahsyat ombak besar di samudra nan luas. Siap menghadapi setiap tantangan dengan mental yang optimis aktif, dan siap mengembangkan potensi terbaik demi menapaki puncak tangga kesuksesan.

“Jati diri kita adalah sama-sama manusia! Tidak ada alasan untuk merasa kecil dan kerdil dibandingkan dengan orang lain. Jika orang lain bisa sukses, kita pun bisa sukses!”

{ Dapatkan DVD terapi gelombang otak Self Progamming untuk melakukan perubahan dari diri sendiri , klik link di bawah ini...........}
Sumber : www.gelombangotak.com/Merubah_diri_hipnotis.htm

Kisah 1001 Kelereng

Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.

Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya.

Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara bincang-bincang sabtu pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil “Tom”. Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.

“Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjaanmu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat”.

Ia melanjutkan : “Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang harus kulakukan dalam hidupku”.
Lalu mulailah ia menerangkan teori “seribu kelereng” nya. ”Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghitung-hitung. Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting”.

“Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini”, sambungnya, “dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati”.

“Lalu aku pergi ke toko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya”.

“Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu”.

“Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari kotaknya. Aku berfikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Allah telah memberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi”.

“Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!”
Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa terdengar ! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan.

“Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan”. “Lho, ada apa ini…?”, tanyanya tersenyum. “Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial”, jawabku, “Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? Oh ya, nanti kita berhenti juga di toko mainan ya? Aku butuh beli kelereng.”

{ Dapatkan DVD terapi gelombang otak Addiction treatment untuk menghilangkan kecanduan & kebiasaan buruk , klik link di bawah ini..............}
Sumber : www.gelombangotak.com/menghilangkan_kecanduan_alkohol_merokok.htm

Rabu, 21 September 2011

Enam Batu Ujian Cinta

Bagaimana kami tahu bahwa cinta kami cukup dalam untuk menghantar kami ke arah berdampingan seumur hidup, menuju kepada kesetiaan yang sempurna? Bagaimana kami dapat yakin bahwa cinta kami ini cukup matang untuk diikat sumpah nikah serta janji untuk berdampingan seumur hidup sampai maut memisahkan?


Pertama, Ujian untuk merasakan sesuatu bersama. 
Cinta sejati ingin merasakan bersama, memberi, mengulurkan tangan. Cinta sejati memikirkan pihak yang lainnya, bukan memikirkan diri sendiri. Jika kalian membaca sesuatu, pernahkah kalian berpikir, aku ingin membagi ini bersama sahabatku? Jika kalian merencanakan sesuatu, adakah kalian hanya berpikir tentang apa yang ingin kalian lakukan, ataukah apa yang akan menyenangkan pihak lain? Sebagaimana Herman Oeser, seorang penulis Jerman pernah mengatakan, “Mereka yang ingin bahagia sendiri, janganlah kawin.
Karena yang penting dalam perkawinan ialah membuat pihak yang lain bahagia.
- mereka yang ingin dimengerti pihak yang lain, janganlah kawin. Karena yang penting di sini ialah mengerti pasangannya.” Maka batu ujian yang pertama
ialah:
“Apakah kita bisa sama-sama merasakan sesuatu? Apakah aku ingin menjadi bahagia atau membuat pihak yang lain bahagia?”

Kedua, Ujian kekuatan.
Saya pernah menerima surat dari seorang yang jatuh cinta, tapi sedang risau hatinya. Dia pernah membaca entah di mana, bahwa berat badan seseorang akan berkurang kalau orang itu betul-betul jatuh cinta. Meskipun dia sendiri mencurahkan segala perasaan cintanya, dia tidak kehilangan berat badannya dan inilah yang merisaukan hatinya. Memang benar, bahwa pengalaman cinta itu juga bisa mempengaruhi keadaan jasmani. Tapi dalam jangka panjang cinta sejati tidak akan menghilangkan kekuatan kalian; bahkan sebaliknya akan memberikan kekuatan dan tenaga baru pada kalian. Cinta akan memenuhi kalian dengan kegembiraan serta membuat kalian kreaktif, dan ingin menghasilkan lebih banyak lagi. Batu ujian kedua :
“Apakah cinta kita memberi kekuatan baru dan memenuhi kita dengan tenaga kreaktif, ataukah cinta kita justru menghilangkan kekuatan dan tenaga kita?”

Ketiga, Ujian penghargaan.
Cinta sejati berarti juga menjunjung tinggi pihak yang lain. Seorang gadis mungkin mengagumi seorang jejaka, ketika ia melihatnya bermain bola dan mencetak banyak gol. Tapi jika ia bertanya pada diri sendiri, “apakah aku mengingini dia sebagai ayah dari anak-anakku?”, jawabnya sering sekali menjadi negatif. Seorang pemuda mungkin mengagumi seorang gadis, yang dilihatnya sedang berdansa. Tapi sewaktu ia bertanya pada diri sendiri, “apakah aku mengingini dia sebagai ibu dari anak-anakku?”, gadis tadi mungkin akan berubah dalam pandangannya. Pertanyaannya ialah:
“Apakah kita benar-benar sudah punya penghargaan yang tinggi satu kepada yang lainnya? Apa aku bangga atas pasanganku?”

Keempat, Ujian kebiasaan.
Pada suatu hari seorang gadis Eropa yang sudah bertunangan datang pada saya.
Dia sangat risau, “Aku sangat mencintai tunanganku,” katanya, “tapi aku tak tahan caranya dia makan apel.” Gelak tawa penuh pengertian memenuhi ruangan.
“Cinta menerima orang lain bersama dengan kebiasaannya. Jangan kawin berdasarkan paham cicilan, lalu mengira bahwa kebiasaan-kebiasaan itu akan berubah di kemudian hari. Kemungkinan besar itu takkan terjadi. Kalian harus menerima pasanganmu sebagaimana adanya beserta segala kebiasaan dan kekurangannya. Pertanyaannya:
“Apakah kita hanya saling mencintai atau juga saling menyukai?”

Kelima, Ujian pertengkaran.
Bilamana sepasang muda mudi datang mengatakan ingin kawin, saya selalu menanyakan mereka, apakah mereka pernah sesekali benar-benar bertengkar – tidak hanya berupa perbedaan pendapat yang kecil, tetapi benar-benar bagaikan berperang. Seringkali mereka menjawab, “Ah, belum pernah, pak, kami saling mencintai.” Saya katakan kepada mereka, “Bertengkarlah dahulu – barulah akan kukawinkan kalian.” Persoalannya tentulah, bukan pertengkarannya, tapi kesanggupan untuk saling berdamai lagi. Kemampuan ini mesti dilatih dan diuji sebelum kawin. Bukan seks, tapi batu ujian pertengkaranlah yang merupakan pengalaman yang “dibutuhkan” sebelum kawin.
Pertanyaannya:
“Bisakah kita saling memaafkan dan saling mengalah?”

Keenam, Ujian waktu.
Sepasang muda mudi datang kepada saya untuk dikawinkan. “Sudah berapa lama kalian saling mencintai?” Tanya saya. “Sudah tiga, hampir empat minggu,”
jawab mereka. Ini terlalu singkat. Menurut saya minimum satu tahun bolehlah.
Dua tahun lebih baik lagi. Ada baiknya untuk saling bertemu, bukan saja pada hari-hari libur atau hari minggu dengan berpakaian rapih, tapi juga pada saat bekerja di dalam hidup sehari-hari, waktu belum rapi, atau cukur, masih mengenakan kaos oblong, belum cuci muka, rambut masih awut-awutan, dalam suasana yang tegang atau berbahaya. Ada suatu peribahasa kuno, “Jangan kawin sebelum mengalami musim panas dan musim dingin bersama dengan pasanganmu.”
Sekiranya kalian ragu-ragu tentang perasaan cintamu, sang waktu akan memberi kepastian. Tanyakan:
“Apakah cinta kita telah melewati musim panas dan musim dingin?
Sudah cukup lamakah kita saling mengenal?”
Dan izinkan saya memberikan suatu kesimpulan yang gamblang.
Seks bukan batu ujian bagi cinta.
“Jika sepasang muda mudi ingin punya hubungan seksual untuk mengetahui apakah mereka saling mencintai, perlu ditanyakan pada mereka, “Demikian kecilnya cinta kalian?” Jika kedua-duanya berpikir, “Nanti malam kita mesti melakukan seks – kalau tidak pasanganku akan mengira bahwa aku tidak mencintai dia atau bahwa dia tidak mencintai aku,” maka rasa takut akan kemungkinan gagal sudah cukup menghalau keberhasilan percobaan itu. Seks bukan suatu batu ujian bagi cinta, sebab seks akan musnah saat diuji.

Cobalah adakan observasi atas diri saudara sendiri pada waktu saudara pergi tidur. Saudara mengobservasi diri sendiri, kemudian tidak bisa tidur. Atau saudara tidur, kemudian tidak lagi bisa mengobservasi diri sendiri. Sama benar halnya dengan seks sebagai suatu batu ujian untuk cinta. Saudara menguji, sesudah itu tidak lagi mau mencintai. Atau saudara mencintai, kemudian tidak menguji. Untuk kepentingan cinta itu sendiri, cinta perlu mengekang menyatakan dirinya secara jasmaniah sampai bisa dimasukkan ke dalam dinamika segitiga perkawinan.

{ Dapatkan DVD terapi gelombang otak Athletic Performance untuk penampilan athletis , klik link di bawah ini............}
Sumber : www.gelombangotak.com/fit_berenergi.htm

10 Alasan Anda Dicampakkan Pria

Semuanya begitu indah, makan malam, bunga, temaram lilin, sinar rembulan, dan bintang yang bertebaran di langit malam. Namun ternyata tak ada cincin, atau bahkan janji pernikahan. Malahan Anda dicampakkan!

KapanLagi.com – Oleh: Agatha Yunita

Terkejutnya Anda hari itu, kenangan indah antara Anda dan si dia sepertinya masih terasa. Bahkan saat ia meminta Anda menjadi kekasihnya pun Anda masih ingat betul, tetapi mengapa ia malah memilih meninggalkan Anda dan mengakhiri hubungannya?
Inilah sekian alasan mengapa pria mencampakkan wanita!

1. Ia punya wanita lain
Semuanya berjalan normal-normal saja, sampai suatu ketika ia tak memberikan perhatian seintensif biasanya. Ia mulai sibuk dengan BB-nya dan mengutak atik status facebook. Ia mulai tak datang tepat waktu dan sering membatalkan janji tanpa alasan tepat.
Ia tertarik pada sosok lain, yang mungkin lebih cantik, lebih menarik atau memiliki kelebihan yang membuat ia penasaran dan perlahan memilih si dia dibanding Anda.

2. Ia bosan
Ia jenuh, bosan dengan hubungan yang dimilikinya, atau jenuh dengan sikap Anda, dengan pertengkaran yang kerap mewarnai hari-hari Anda dan si dia, bosan dengan hubungan yang melulu begitu-begitu saja.
Bosan dengan rutinitas, ia membutuhkan sesuatu yang baru dan menantang. Ingat, pria memang suka tantangan dan hal yang membuat penasaran.

3. Ia sedang menghadapi masalah besar
Tak ingin Anda terlibat atau tak ingin Anda kecewa. Tiba-tiba perasaan sayangnya mendorong si dia untuk menghindarkan Anda dari masalah yang sedang menimpanya. Langkah ini diambil dengan alasan perlindungan, ia ingin mengatasi masalahnya sendiri.

4. Salah satunya terlalu serius
Anda ataupun dia terlalu serius menjalani hubungan, sehingga jika salah satu menuntut untuk sebuah status yang lebih jelas, salah satunya akan menghindari. Dan ini biasa terjadi pada pria yang belum siap menanggung tanggung jawab yang lebih pada suatu hubungan. Ia masih ingin bebas menjalani hidup dan membuat suatu pilihan tanpa kekangan.[break]

5. Anda menolak memberikannya seks
Tak ada yang tak mungkin, bahkan ketika si dia mengaku mencintai Anda, ada kalanya ia akan tergoda untuk melakukan hubungan seks dengan Anda. Dan apabila Anda menolak, ada dua kemungkinan yang terjadi, sikapnya akan berubah atau si dia akan mencari orang lain yang bisa memenuhi kebutuhannya itu.

6. Rasa Solidaritas
Kedengarannya konyol memang, tetapi ini kenyataan yang terjadi. Alasan solidaritas sempat terkemuka dalam aksi putus hubungan. Saat semua rekanannya lebih memilih untuk sendiri, pria memiliki kecenderungan untuk ikut aksi solidaritas dan memilih hidup sendiri bersama sahabat-sahabatnya.

7. Alasan Jarak
Salah satu dari Anda diharuskan menunaikan tugas jabatan di luar kota. Jarak yang memisahkan Anda dan si dia lumayan jauh. Dan tak mudah memang menjalani hubungan jarak jauh. Alhasil ia memilih meninggalkan Anda dan mencari cinta yang lain.

8. Anda terlalu kekanak-kanakan dan manja
Tak semua pria suka sifat Anda yang kekanakan dan manja. Untuk beberapa kasus dan keadaan tertentu mereka akan dengan senang hari menerimanya. Tetapi jika sikap Anda tak ada perubahan dan terus-menerus seperti itu lama-lama menjengkelkan dan membuat si dia bosan. Jadilah si dia meninggalkan Anda.

9. Si dia hanya ingin bermain-main dan tidak pernah serius dengan Anda
The player! Itulah julukan untuk mereka yang hanya hobby bergonta ganti pasangan. Setelah bosan dengan Anda, ia akan mencari korban berikutnya yang dinilai lebih menantang dan mempesona.

10. Anda ternyata tak sesuai dengan harapannya
Terkadang ada saja pria yang berharap terlalu banyak dari seorang wanita. Entah berharap sosok yang bisa dandan, sosok yang bisa memasak, atau yang cinta anak-anak. Tetapi setelah menjalani beberapa lama dan ia tak mendapatkan hal yang sesuai dengan harapannya, tiba-tiba ia kecewa dan meninggalkan Anda.(wo/bee)

{ Dapatkan  DVD terapi gelombang otak General Brainwave - kumpulan semua audio terapi gelombang otak , klik link di bawah ini............}
Sumber : www.gelombangotak.com/General-Brainwave_Kumpulan_Semua_Audio_gelombang_Otak.htm

Selasa, 20 September 2011

Tanda Tanda Luka

Beberapa tahun yang lalu di sebuah musim panas di Florida bagian selatan. Seorang anak kecil memutuskan untuk pergi berenang di sebuah danau di belakang rumahnya. Dengan tergesa-gesa dia berlari keluar pintu belakang sambil melepaskan sepatu, kaus kaki dan kaosnya, terjun ke air yang dingin. Dia berenang dan berenang terus tanpa disadarinya bahwa dia sudah berada di tengah-tengah danau.

Bersamaan dengan itu, seekor buaya besar juga sedang berenang ke arah yang sama. Ibunya dari dalam rumah memandang ke arah jendela dan melihat anaknya dan buaya tersebut semakin lama semakin mendekat satu dengan yang lain. Dengan ketakutan yang luar biasa, dia berlari ke dekat pinggir danau tersebut sambil berteriak kepada anaknya dengan sekuat tenaga. Ketika mendengar teriakan ibunya, anaknya sadar dan berbalik berenang ke arah ibunya.

Namun terlambat sudah. Buaya besar tersebut juga sudah berhasil menjangkau dia. Dari dermaga, ibu itu menggapai lengan anak lakinya bersamaan dengan buaya besar tersebut menyambar paha dari anaknya. Terjadilah tarik-menarik yang sangat mengerikan antara keduanya. Buaya besar tersebut jauh lebih kuat dari ibunya, namun demikian ibunya bertahan mati-matian untuk tidak menyerah dan membiarkan anaknya terlepas. Seorang petani yang kebetulan lewat di sekitar lokasi mendengar teriakan ibu tersebut, bergegas turun dari mobilnya dan menembak buaya besar itu.

Secara luar biasa setelah berminggu-minggu di rumah sakit, anak laki-laki tersebut berhasil diselamatkan dan disembuhkan. Pahanya penuh dengan bekas luka dari serangan buaya yang sangat ganas itu dan di bagian lengannya juga terdapat bekas luka cakaran dari kuku-kuku ibunya yang menancap pada daging lengannya sebagi usaha mempertahankan nyawa anaknya yang dikasihinya.

Setelah lewat masa-masa traumanya, seorang wartawan surat kabar yang mewawancarai anak laki-laki tersebut meminta dia untuk menunjukkan bekas luka-luka di pahanya. Anak tersebut kemudian mengangkat celananya, namun dia secara bangga juga berkata kepada si wartawan, “Lihat bekas luka-luka di tanganku yang diakibatkan oleh peristiwa tersebut” Ini terjadi karena ibu saya tidak pernah menyerah.. dan mau melepaskan aku.

Saudara dan saya dengan mudah dapat mengenali anak laki-laki tersebut. Kita semua punya bekas luka-luka, bukan dari gigitan buaya atau dari satu peristiwa yang sangat dramatis. Tetapi bekas luka-luka dari masa lalu yang sangat menyakitkan. Beberapa dari bekas luka-luka tersebut tidak dapat dikenali dari luar tapi menggoreskan penyesalan yang sangat dalam bagi kita. 

Namun, beberapa luka, saudaraku, adalah bekas-bekas luka karena Tuhan tidak mau menyerah atas kita. Di tengah-tengah pergumulan anda, Dia terus bertahan untuk terus memegang anda. Firman Tuhan berkata bahwa Allah mengasihi saudara.  

Dia sangat rindu untuk memproteksi dan menyediakan kebutuhanmu dengan cara apapun juga. Tetapi seringkali kita secara bodoh melakukan perkara-perkara yang membahayakan diri kita sendiri. kehidupan selayaknya sebuah danau tempat kita berenang, danau yang dipenuhi berbagai bahaya dan kadang kala kita lupa bahwa musuh kita sedang menunggu untuk menyerang. 

Ketika peristiwa tarik-menarik terjadi, berbahagialah bilamana anda memiliki bekas luka di lengan anda sebagai tanda kasihNya pada anda. Dia tidak pernah dan tidak akan sekali-kali menyerah dan membiarkan serta melepaskan anda pergi.
Tuhan memberkati anda agar supaya anda dapat menjadi berkat bagi orang lain.

{ Dapatkan CD terapi gelombang otak Sharper Brain untuk terapi hiperaktif ,klik link di bawah ini...........} 
Sumber : www.gelombangotak.com/anak_hiperaktif.htm

Dua Pilihan

Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk sekolah anak-anak cacat, ayah dari salah satu anak yang bersekolah disana menghantarkan satu pidato yang tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri acara itu. Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat satu topik:
‘Ketika tidak mengalami gangguan dari sebab-sebab eksternal, segala proses yang terjadi dalam alam ini berjalan secara sempurna/ alami.

Namun tidak de mikian halnya dengan anakku, Shay. Dia tidak dapat mempelajari hal-hal sebagaimana layaknya anak-anak yang lain. Nah, bagaimanakah proses alami ini berlangsung dalam diri anakku? ‘
Para peserta terdiam menghadapi pertanyaan itu.
Ayah tersebut melanjutkan: “Saya percaya bahwa, untuk seorang anak seperti Shay, yang mana dia mengalami gangguan mental dan fisik sedari lahir
satu-satunya kesempatan untuk dia mengenali alam ini berasal dari bagaimana orang-orang sekitarnya memperlakukan dia”

Kemudian ayah tersebut menceritakan kisah berikut:
Shay dan aku sedang berjalan-jalan di sebuah taman ketika beberapa orang anak sedang bermain baseball. Shay bertanya padaku,”Apakah kau pikir mereka akan membiarkanku ikut bermain?” Aku tahu bahwa kebanyakan anak-anak itu tidak akan membiarkan orang-orang seperti Shay ikut dalam tim mereka, namun aku juga tahu bahwa bila saja Shay mendapat kesempatan untuk bermain dalam tim itu, hal itu akan memberinya semacam perasaan dibutuhkan dan kepercayaan  untuk diterima oleh orang-orang lain, diluar kondisi fisiknya yang cacat.

Aku mendekati salah satu anak laki-laki itu dan bertanya apakah Shay dapat ikut dalam tim mereka, dengan tidak berharap banyak. Anak itu melihat sekelilingnya dan berkata, “kami telah kalah 6 putaran dan sekarang sudah babak kedelapan. Aku rasa dia dapat ikut dalam tim kami dan kami akan mencoba untuk memasukkan dia bertanding pada babak kesembilan nanti’

Shay berjuang untuk mendekat ke dalam tim itu dan mengenakan seragam tim dengan senyum lebar, dan aku menahan air mata di mataku dan kehangatan dalam hatiku. Anak-anak tim tersebut melihat kebahagiaan seorang ayah yang gembira karena anaknya diterima bermain dalam satu tim.
Pada akhir putaran kedelapan, tim Shay mencetak beberapa skor, namun masih ketinggalan angka. Pada putaran kesembilan, Shay mengenakan sarungnya dan bermain di sayap kanan. Walaupun tidak ada bola yang mengarah padanya, dia sangat antusias hanya karena turut serta dalam permainan tersebut dan berada dalam lapangan itu.

Seringai lebar terpampang di wajahnya ketika aku melambai padanya dari kerumunan. Pada akhir putaran kesembilan, tim Shay mencetak beberapa skor lagi. Dan dengan dua angka out, kemungkinan untuk mencetak kemenangan ada di depan mata dan Shay yang terjadwal untuk menjadi pemukul berikutnya.
Pada kondisi yg spt ini, apakah mungkin mereka akan mengabaikan kesempatan untuk menang dengan membiarkan Shay menjadi kunci kemenangan mereka?
Yang mengejutkan adalah mereka memberikan kesempatan itu pada Shay.

Semua yang hadir tahu bahwa satu pukulan adalah mustahil karena Shay bahkan tidak tahu bagaimana caranya memegang pemukul dengan benar, apalagi berhubungan dengan bola itu.
Yang terjadi adalah, ketika Shay melangkah maju kedalam arena, sang pitcher, sadar bagaimana tim Shay telah mengesampingkan kemungkinan menang mereka untuk satu momen penting dalam hidup Shay, mengambil beberapa lang kah maju ke depan dan melempar bola itu perlahan sehingga Shay paling tidak bisa mengadakan kontak dengan bola itu. Lemparan pertama meleset; Shay mengayun tongkatnya dengan ceroboh dan luput.

Pitcher tsb kembali mengambil beberapa langkah kedepan, dan melempar bola itu perlahan kearah Shay. Ketika bola itu datang, Shay mengayun kearah bola itu dan mengenai bola itu dengan satu pukulan perlahan kembali kearah pitcher.
Permainan seharusnya berakhir saat itu juga, pitcher tsb bisa saja dengan mudah melempar bola ke baseman pertama, Shay akan keluar, dan permainan akan berakhir.
Sebaliknya, pitcher tsb melempar bola melewati baseman pertama, jauh dari jangkauan semua anggota tim. Penonton bersorak dan kedua tim mulai berteriak

“Shay, lari ke base satu! Lari ke base satu!”. Tidak pernah dalam hidup Shay sebelumnya ia berlari sejauh itu, tapi dia berhasil melaju ke base pertama. Shay tertegun dan membelalakkan matanya.
Semua orang berteriak, “Lari ke base dua, lari ke base dua!”
Sambil menahan napasnya, Shay berlari dengan canggung ke base dua. Ia terlihat bersinar-sinar dan bersemangat dalam perjuangannya menuju base dua.

Pada saat Shay menuju base dua, seorang pemain sayap kanan memegang bola itu di tangannya. Pemain itu merupakan anak terkecil dalam timnya, dan dia saat itu mempunyai kesempatan menjadi pahlawan kemenangan tim untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia dapat dengan mudah melempar bola itu ke penjaga base dua.
Namun pemain ini memahami maksud baik dari sang pitcher, sehingga diapun dengan tujuan yang sama melempar bola itu tinggi ke atas jauh melewati jangkauan penjaga base ketiga. Shay berlari menuju base ketiga.

Semua yang hadir berteriak, “Shay, Shay, Shay, teruskan perjuanganmu Shay”
Shay mencapai base ketiga saat seorang pemain lawan berlari ke arahnya dan
memberitahu Shay arah selanjutnya yang mesti ditempuh. Pada saat Shay menyelesaikan base ketiga, para pemain dari kedua tim dan para penonton yang berdiri mulai berteriak, “Shay, larilah ke home, lari ke home!”. Shay berlari ke home, menginjak balok yg ada, dan dielu-elukan bak seorang hero yang memenangkan grand slam. Dia telah memenangkan game untuk timnya.

Hari itu, kenang ayah tersebut dengan air mata yang berlinangan di wajahnya, para pemain dari kedua tim telah menghadirkan sebuah cinta yang tulus dan nilai kemanusiaan ke dalam dunia.
Shay tidak dapat bertahan hingga musim panas berikut dan meninggal musim dingin itu. Sepanjang sisa hidupnya dia tidak pernah melupakan momen dimana dia telah menjadi seorang hero, bagaimana dia telah membuat ayahnya bahagia, dan bagaimana dia telah membuat ibunya menitikkan air mata bahagia akan sang pahlawan kecilnya.
Seorang bijak pernah berkata, sebuah masyarakat akan dinilai dari cara mereka memperlakukan seorang yang paling tidak beruntung diantara mereka.

 { Dapatkan CD terapi gelombang otak Autis untuk anak yang menderita autis , klik link di bawah ini.............}
Sumber : www.gelombangotak.com/terapi_anak_autis.htm

Minggu, 11 September 2011

Ciri-Ciri Cinta Sejati

Ciri-Ciri Cinta Sejati. kali ini saya mencoba memberikan 21 ciri-ciri cinta sejati dimana kesemua ini menunjukkan bahwa dialah memang yang terbaik buat kamu.
pasangan hidup buat kamu,yang kelak akan membahagiakan kamu. sebenarnya banyak sekali ciri-ciri cinta sejati, dimana kita tidak perlu berpatok pada pedoman, yang penting kita bisa merasakan apa itu cinta sejati.
Dibawah ini beberapa ciri-ciri cinta sejati yang mungkin patut untuk dipergunakan buat kalian semua.

Tanda-Tanda Cinta Sejati:

1. Orang yang mencintai kamu tidak pernah bisa memberikan alasan kenapa ia mencintai kamu, yang ia tahu dimatanya hanya ada kamu satu-satunya.

2. Orang yang mencintai kamu selalu menerima kamu apa adanya,dimatanya kamu selalu yang tercantik/tertampan walaupun mungkin kamu merasa berat badan kamu sudah berlebihan atau kamu merasa kegemukan .

3. Orang yang mencintai kamu selau ingin tau tentang apa saja yang kamu lalui sepanjang hari ini, ia ingin tau kegiatan kamu.

4. Orang yang mencintai kamu akan mengirimkan sms seperti ?selamat pagi?” selamat hari minggu? selamat tidur?, walaupun kamu tidak membalas pesannya.

5. Kalau kamu berulang tahun dan kamu tidak mengundangnya setidaknya ia akan telpon untuk mengucapkan selamat atau mengirim sms.

6. Orang yang mencintai kamu akan selalu mengingat setiap kejadian yang ia lalui bersama kamu, bahkan mungkin kejadian yang kamu sendiri sudah lupa setiap detailnya, karena saat itu adalah sesuatu yang berharga untuknya.

7. Orang yang mencintai kamu selalu mengingat tiap kata2 yang kamu ucapkan bahkan mungkin kata2 yang kamu sendiri lupa pernah mengatakannya.

8. Orang yang mencintai kamu akan belajar menyukai lagu-lagu kesukaanmu, bahkan mungkin meminjam CD/kaset kamu,karena ia ingin tau kesukaanmu, kesukaanmu kesukaannya juga.

9. Kalau terakhir kali ketemu, kamu sedang sakit flu, terkilir, atau sakit gigi, beberapa hari kemudian ia akan mengirim sms atau menelponmu dan menanyakan keadaanmu.. karena ia mengkhawatirkanmu.

10. Kalau kamu bilang akan menghadapi ujian ia akan menanyakan kapan ujian itu dan saat harinya tiba ia akan mengirimkan sms ?good luck? atau menelponmu untuk menyemangati kamu.

11. Orang yang mencintai kamu akan memberikan suatu barang miliknya yang mungkin buat kamu itu ialah sesuatu yang biasa, tapi itu ialah suatu barang yang istimewa buat dia.

12. Orang yang mencintai kamu akan terdiam sesaat,saat sedang berbicara ditelpon dengan kamu, sehingga kamu menjadi binggung saat itu dia merasa sangat gugup karena kamu telah mengguncang dunianya.

13. Orang yang mencintai kamu selalu ingin berada didekatmu dan ingin menghabiskan hari2nya denganmu.

14. Jika suatu saat kamu harus pindah ke kota lain untuk waktu yang lain ia akan memberikan nasehat supaya kamu waspada dengan lingkungan yang bisa membawa pengaruh buruk bagimu.

15. Orang yang mencintai kamu bertindak lebih seperti saudara daripada seperti seorang kekasih.

16. Orang yang mencintai kamu sering melakukan hal2 yang konyol spt menelponmu 100x dalam sehari, atau membangunkanmu ditengah malam karena ia mengirim sms atau menelponmu. karena saat itu ia sedang memikirkan kamu.

17. Orang yang mencintai kamu kadang merindukanmu dan melakukan hal2 yang membuat kamu jengkel atau gila, saat kamu bilang tindakannya membuatmu terganggu ia akan minta maaf dan tak kan melakukannya lagi.

18. Jika kamu memintanya untuk mengajarimu sesuatu maka ia akan mengajarimu dengan sabar walaupun kamu mungkin orang yang terbodoh di dunia!

19. Kalau kamu melihat handphone-nya maka namamu akan menghiasi sbgn besar ?INBOX?nya.Ya ia masih menyimpan pesan dari kamu walaupun pesan itu sudah kamu kirim sejak berbulan2 bahkan bertahun2 yang lalu.

20. Dan jika kamu menghindarinya atau memberi reaksi penolakan, ia akan menyadarinya dan menghilang dari kehidupanmu walaupun hal itu membunuh hatinya. Karena yang ia inginkan hanyalah kebahagiaanmu.

21. Jika suatu saat kamu merindukannya dan ingin memberinya kesempatan ia akan ada disana menunggumu karena ia tak pernah mencari orang lain. Ya???? ia selalu menunggumu.

Bagaimana menurut kamu dengan “Ciri-ciro Cinta Sejati” diatas ? apakah kamu mengalaminya ? itulah cinta sejati kamu. jangan lupa beri komentar tetang artikel diatas.

{ Dapatkan CD terapi gelombang otak Attract Love untuk menarik cinta lawan jenis anda , klik link di bawah ini..........}
Sumber : www.gelombangotak.com/Menarik lawan jenis.htm

Sabtu, 10 September 2011

Ayo Pukul, Ayah!

Ayah adalah penggemar baseball yang fanatik. Saya tumbuh di New York City,  karena itu bisa melihat team-team yang hebat berlaga di Polo Grounds, Ebbets Field dan Yankee Stadium.
Pada hari Sabtu, saya dan ayah sering menjadi sporter untuk mendukung team favorit kami di stadion itu. Lama-lama saya juga menyukai permainan baseball. Tetapi karena saya seorang anak perempuan, saya lebih banyak sebagai penonton daripada pemain; seperti lazimnya yang terjadi masa itu.

Tiap ada kesempatan, ayah selalu mengajak saya ke taman dimana ada team anak-anak yang bermain baseball, dan ayah melemparkan bola untuk saya pukul. Kami bermain bersama berjam-jam, dan baseball menjadi bagian terbesar dari hidup saya.
Suatu hari saat sedang bermain baseball di taman, saya melihat seorang wanita mendorong anak laki-lakinya di atas kursi roda, berhenti untuk melihat permainan kami. Ayah menghentikan permainan dan bertanya kepada anak itu apakah mau ikut bermain. Ibunya menjelaskan bahwa yang di kursi roda itu adalah anaknya dan menderita polio; sehingga tidak bisa beranjak dari kursi roda. Tetapi penjelasan itu tidak menghentikan niat ayah.

Ayah memberikan pemukul di tangan kecil anak itu, dan mendorong kursi roda di base pemukul serta membantunya menggenggam tongkat pemukul. Kemudian ayah berteriak pada saya, “Anne, lemparkan bola pada kami.”

Saya sempat gugup karena kuatir jika bola yang saya lempar mengenai anak itu. Tetapi saat melihat mata anak laki-laki itu berbinar-binar, saya meyakinkan diri untuk melemparkan bola padanya. Saat bola sampai, tongkat

pemukul yang digenggam oleh anak laki-laki dan ayah menghantam dengan tepat, dan anak itu berteriak kegirangan. Bola terbang melintas di atas kepala saya dan jatuh di di seberang lapangan. Saya berlari untuk memungut bola, dan saat berbalik, saya mendengar ayah menyanyikan lagu ‘Bawa Aku Ke Pertandingan Baseball’ sambil mendorong kursi roda itu melewati semua base di sekeliling lapangan. Ibunya bertepuk tangan dengan riuh dan anak itu minta untuk bisa tetap ikut meneruskan permainan.


Satu jam kemudian kami meninggalkan lapangan, sangat lelah tapi bahagia.
Dengan air mata membanjir di pipinya, ibu anak laki-laki itu mengucapkan banyak terima kasih kepada ayah karena sudah memberikan kebahagiaan yang tak ternilai bagi anaknya yang menderita polio. Ayah tersenyum dan berkata bahwa dia juga ikut merasakan kebahagiaan itu, dan memintanya untuk bisa kembali lagi dan bermain baseball bersama kami.
Pada hari Sabtu berikutnya, saya dan ayah menunggu, tetapi anak laki-laki dengan kursi rodanya tidak muncul. Saya merasa sedih dan menduga-duga apa yang terjadi sehingga mereka tidak datang. Saya dan ayah bermain baseball sampai siang, tetapi mereka tetap tidak datang.

Dua puluh tahun telah berlalu dan ayah yang saya cintai meninggal dengan tenang di usia lima puluh sembilan tahun. Dengan kepergian ayah, segala sesuatunya berubah dan dan keluarga kami memutuskan untuk pindah ke Long Island. Perasaan saya campur aduk, karena harus meninggalkan lingkungan dan tetangga yang sudah sangat akrab sejak saya kecil.
Terakhir kali, saya memutuskan untuk pergi ke taman dimana saya dan ayah telah mengukir banyak kenangan indah di sana. Saya berhenti di lapangan baseball. Di sana saya dan ayah biasa bermain pada hari Sabtu. Saat itu saya melihat dua group anak-anak sedang bermain baseball.
Saya duduk untuk melihat sejenak. Saya merasa air mata menetes ketika melihat anak-anak itu larut dalam permainan yang sangat saya sukai. Saya sangat rindu pada ayah.

“Jeff, jaga base-mu,” seorang pelatih berseru. Saya menyoraki seorang pemain yang berlari kencang setelah berhasil memukul bola hingga keluar lapangan. Pelatih itu berbalik dan tersenyum. Dia berkata, “Anak-anak sangat senang jika bisa berlari home run, bu.”
Dia meneruskan, “Saya tidak pernah membayangkan bisa menjadi pelatih di lapangan ini. Saat masih kecil saya menderita polio dan harus duduk di kursi roda. Suatu hari ibu mendorong kursi saya ke lapangan ini dan saat itu ada seorang laki-laki dan anak perempuannya sedang bermain. Saat melihat kami, mereka menghentikan permainannya dan bertanya pada ibu saya apakah saya bisa ikut bergabung dalam team itu. Dia membantu saya memegangi tongkat pemukul dan anak perempuannya melemparkan bola pada saya. ”
“Saat itu saya berhasil memukul bola dengan kencang karena dibantu oleh laki-laki itu. Selanjutnya dia berlari mendorong kursi saya melewati semua base di sekeliling lapangan sambil bernyanyi, ‘Bawa Aku Ke Pertandingan Baseball.’ Itu adalah hari yang paling membahagiakan saya, lebih daripada tahun-tahun yang sudah saya lalui. Saya percaya bahwa pengalaman itu memberi dorongan semangat yang luar biasa supaya bisa berjalan.”

“Kami pindah ke New Jersey hari berikutnya. Itulah sebabnya pada hari itu ibu membawa saya ke taman untuk mengucapkan perpisahan dengan teman-teman saya. Saya tidak pernah melupakan laki-laki berserta anak perempuannya itu. Saya bermimpi bisa berlari melintasi base di sekeliling lapangan dengan kedua kaki saya sendiri. Dengan mimpi itu, melalui kerja keras tiap hari, akhirnya bisa terwujud.”
“Saya kembali lagi ke sini tahun lalu, dan mulai saat itu menjadi pelatih team anak-anak di sini. Saya berharap suatu hari dengan berdiri tegak, bisa bertemu dengan laki-laki dan anak perempuannya lagi. Siapa tahu, saya bisa menemukannya sedang berada di lapangan sedang melemparkan bola pada cucunya – setelah tahun-tahun datang dan pergi. Saat itu saya akan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga padanya.”
Air mata mengalir di pipi saat mengetahui bahwa ayah menerima ucapan terima kasih dari seorang anak yang ditemuinya dua puluh tahun lalu. Saya merasa seolah-olah masih mendengar seruannya “Pukul dengan keras!”, sambil berdiri tepat di samping saya, tidak peduli apakah hidupnya sudah direnggut dari sisi saya dan keluarganya.
Suatu contoh kebaikan hati yang sederhana di musim semi itu telah mengubah hidup saya selamanya. Setelah dua puluh tahun berlalu, kenangan indah itu ternyata berbuah dengan mengagumkan. “Ayo pukul, ayah!” kata saya saat meninggalkan lapangan itu. “Saya tahu, ayah masih memainkan pertandingan yang kita sukai bersama – baseball!”
duaon’s mind:

Cerita ini sungguh menunjukkan bahwa sekecil apapun bantuan kita untuk orang lain, akan sangat mempengaruhi hidup seseorang. Alangkah damainya dunia ini jika hidup kita bentuk dengan kedamaian seperti ini. Mengerti keadaan orang-orang sekitar, dan merasakan betapa mereka membutuhkan uluran tangan kita. Apa sich artinya 10rb kita berikan kepada orang yg belum makan hari ini jikalau besok kita mendapatkan kembali 5 kali lipat dari 10rb itu. Nilainya memang sangat kecil bagi kita, tapi yakinlah, nilai itu sangat besar untuk orang yg membutuhkannya. Bukankah itu lebih berbahagia dan mendamaikan hati daripada uang 10rb tsb kita gunakan untuk hal-hal yang tiada arti. Nilai hidup seseorang bisa bergantung dari hal sepele yang kita buang dari nilai 10rb icon smile Ayo Pukul, Ayah! Jangan berhenti untuk membantu sekecil apapun itu, nilainya akan sangat berarti bagi yang membutuhkan

{ Dapatkan CD terapi gelombang otak untuk menarik cinta lawan jenis anda , klik link di bawah ini........}
Sumber : www.gelombangotak.com/Menarik lawan jenis.htm

Apa Kamu Bisa??

Dulu, dulu banget… saat saya baru duduk di bangku kelas 1 SMU, ada sebuah audisi untuk sebuah majalah sekolah, tentunya di sekolah yang baru saya duduki bangkunya tadi. Karena saya suka nekat dan ingin mencari suatu kegiatan baru (selain main gitar dirumah selepas pulang sekolah), saya putuskan untuk ambil bagian didalamnya. 

Layaknya remaja pada umumnya, semangat saya sangat menggebu-gebu saat itu, langsung saja tawaran itu saya jawab dengan jari telunjuk mengacung keatas, “Saya mau!” dan saat itu saya orang pertama dikelas yang mengajukan diri.

Tak selang beberapa lama, Guru Bahasa Indonesia dengan senyum kecutnya, menunda pencatatan diri saya di daftar calon anggota majalah sekolah itu. Hal yang paling mendasar dan mungkin bisa diterima, adalah syaratnya yang sangat eksklusif, ‘Calon Peserta adalah Siswa Rangking 1 dan 2, atau memiliki danem tinggi’,  sontak saya terkejut sembari menahan malu, karena kenyataanya, saya sama sekali tidak masuk kategori.

Guru itu lantas mencari kandidat baru, dengan alasan, saya adalah cadangan jika tidak ada lagi calon dikelas itu. Tindakan itu adalah cambuk buat saya, sehina itukah saya? seelegan itukah majalah sekolah? Karena tidak satupun mau, keputusan pun jatuh pada saya dan seorang lagi siswi cantik dengan nilai tinggi. “Okky, apa kamu bisa? kamu goblok gitu,” oloknya didepan 50 siswa.
Dengan santai saya jawab, “Orang tua saya tidak pernah meragukan saya saat saya belajar jalan, jadi kenapa saya harus ragu?” jawab saya tegas.

‘Pertempuran’ pun dimulai, satu tahun pertama, saat itu masih anggota junior, saya berhasil mengumpulkan artikel saya jauh sebelum tanggal deadline, satu tahun kedua, saya berhasil dipilih mnenjadi ketua baru, atau bahasa keren-nya, Pimpinan Redaksi.
Sejumlah perubahan saya lakukan, mulai penggunaan bahasa baku, rekrutmen yang tidak lagi mementingkan nilai, pengakuan kemampuan personal, hingga look majalah yang baru. Saya berhasil melampaui siswi cantik dengan nilai terbaik itu.

Prestasi Jurnalis SMA Terbaik, berhasil saya raih, dan kepercayaan teman-teman, guru, kepala sekolah, hingga guru pematah semangat tersebut, beralih pada saya, siswa bodoh dan bahan olokan.
Lepas dari pendidikan Putih Abu-abu tersebut, selang beberapa tahun tentunya, saya putuskan untuk meneruskan hobi saya sebagai Jurnalis dengan melamar sebagai wartawan di media lokal. Dengan semangat olokan dulu, saya berhasil menjadi Koordinator Liputan, Redaktur, hingga Humas dalam 2 tahun masa kerja saya.

Bukan Prestasinya yang menjadi inti tulisan ini, tapi saya berhasil menaklukan momok ejekan yang selalu menjadi ganjalan selama ini. Guru pematah semangat itu sekarang berbalik malu saat melihat saya di reuni sekolah.
Tapi tanpa saya sadari, Guru itu sudah berubah menjadi Guru Pembakar Semangat saya. Saya peluk dia, dan saya katakan, “Terima kasih atas ejekan ibu dulu.”

Hari ini saya megajak anda untuk melakukan apa yang ingin anda lakukan. Sekecil apapun itu, serendah apapun diri anda, jika kemauan itu dapat merubah hidup anda menjadi lebih baik, Lakukanlah!
Jadikan ejekan, hinaan, dan hambatan sebagai batu lompatan.

Niat anda lebih berharga dari sebuah angka akademis, prestasi nilai, taraf hidup, kekurangan fisik, minoritas suku, dan apapun yang membuat anda berbeda dengan lingkungan anda.

Hidup kita mahal, karena pembuatnya adalah maestro terhebat, Ilmuan dari segala ilmuan, dan tidak ada yang boleh merendahkan anda didunia ini, karena Tuhan menciptakan anda dengan Sempurna.
Salam Damai,
Stevanus Okky

{ Dapatakan CD terapi gelombang otak untuk pria perkasa , klik link di bawah ini.........} 
Sumber : www.gelombangotak.com/pria_perkasa_penis_besar.htm